Bupati Kukar Terima Warga Terdampak Aktivitas Tambang, Siap Bentuk Tim Pencari Solusi
Kutai Kartanegara – Puluhan warga dari sembilan desa yang terdampak aktivitas pertambangan PT Borneo Daya Abadi Mineral (BDAM) melanjutkan perjuangan mereka dengan mendatangi Rumah Jabatan Bupati Kukar, Kamis (7/8/2025).
Setelah sebelumnya melakukan aksi demonstrasi di kantor bupati, kali ini mereka meminta ruang dialog langsung dengan kepala daerah.
Warga tiba sekitar pukul 10.00 WITA dan baru mendapat kesempatan berdiskusi dengan Bupati Kukar Aulia Rahman Basri pada pukul 13.00 WITA. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu, perwakilan masyarakat menyampaikan berbagai keluhan terkait dampak sosial dan lingkungan akibat aktivitas perusahaan tambang di wilayah mereka.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menyampaikan komitmen untuk segera mengambil langkah konkret bahwa akan mempelajari seluruh data yang telah diserahkan warga dan segera membentuk tim guna mencari solusi terbaik.
“Insya Allah bapak ibu sekalian, dari data sudah diberikan semua akan kami pelajari dan akan kami bentuk tim secara cepat untuk mencari jalan keluar yang terbaik untuk kita semua, untuk warga masyarakat yang terdampak oleh aktivitas perusahaan tersebut,” ucap Aulia.
Ia meminta masyarakat untuk percaya kepada pemerintah daerah dalam menangani persoalan ini dan memastikan bahwa kepentingan warga akan menjadi prioritas.
“Percayakan kepada kami, kita akan carikan jalan keluar terbaik untuk kita semua dan untuk kesejahteraan masyarakat Kutai Kartanegara,” tambahnya.
Meski belum ada keputusan final, warga menyambut baik respons Bupati Kukar yang bersedia membuka dialog dan menunjukkan keseriusan menindaklanjuti persoalan tersebut.
Langkah tersebut menjadi harapan baru bagi warga sembilan desa yang selama ini merasa belum mendapat perlindungan memadai atas dampak pertambangan di sekitar wilayah tempat tinggal mereka. (Adv)
