Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Ponoragan menegaskan komitmennya terhadap penguatan pendidikan anak usia dini dengan membangun gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) permanen di wilayahnya. Pembangunan fasilitas ini menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pembinaan generasi muda sejak dini.
Kepala Desa Ponoragan, Sarmin, mengatakan bahwa keberadaan gedung PAUD yang representatif sangat penting untuk menciptakan ruang belajar yang nyaman bagi anak-anak. Selain sebagai tempat belajar, fasilitas ini juga dirancang untuk mendukung aktivitas bermain dan pengembangan karakter anak.
“Supaya anak-anak PAUD bisa belajar sekaligus bermain dengan nyaman. Pemdes dan BPD Ponoragan tahun ini bisa menganggarkan dan melaksanakan pembangunan gedung PAUD ini,” ujarnya.
Menurut Sarmin, pendidikan usia dini merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan, terutama dalam menyambut bonus demografi dan visi nasional Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, desa berinisiatif menyiapkan generasi penerus sejak sekarang melalui fasilitas pendidikan yang memadai.
“Karena anak-anak kita nantinya sebagai generasi penerus perlu pembinaan yang lebih baik sejak usia dini, apalagi kita akan menuju Indonesia Emas 2045. Jadi harus kita siapkan dari sekarang,” tegasnya.
Pembangunan gedung PAUD ini bersumber dari anggaran desa yang disepakati bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan diharapkan selesai dalam tahun berjalan. Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan di pedesaan.
Selain fokus pada sektor pendidikan, Desa Ponoragan juga menjaga nilai-nilai kearifan lokal melalui kegiatan rutin seperti sedekah bumi. Tradisi ini dianggap sebagai bentuk rasa syukur warga atas keberkahan sumber daya alam dan hasil usaha masyarakat.
“Ini merupakan acara tahunan kami di Desa Ponoragan, sebagai bentuk rasa syukur warga atas kenikmatan yang diberikan. Terutama nikmat usaha, nikmat sehat, dan nikmat sumber daya alam yang ada di desa kami,” terangnya.
Dengan langkah ini, Desa Ponoragan menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia dimulai dari desa, melalui kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat yang sadar pentingnya pendidikan sejak dini. (Adv)
