Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Rempanga, Kecamatan Loa Kulu, mengembangkan pendekatan unik dalam mendorong budaya hidup sehat di tengah masyarakat. Melalui kegiatan senam bersama yang digelar rutin dua kali dalam sebulan, desa ini membuktikan bahwa kesehatan bisa dibangun dari tingkat komunitas terkecil.
Program senam sehat ini telah berjalan sejak awal 2024 dan dipastikan berlanjut hingga akhir 2025. Fokus utamanya adalah membudayakan gerakan hidup sehat, terutama di kalangan ibu-ibu yang menjadi motor penggerak lingkungan keluarga.
“Sudah berjalan dari 2024 lalu dan akan terus dilanjutkan di 2025,” ujar Kepala Desa Rempanga, Norsari.
Senam yang dilakukan memadukan gerakan jantung sehat dan zumba. Uniknya, setiap kegiatan dilengkapi dengan pembagian doorprize, yang menjadi daya tarik tersendiri bagi warga. Sekitar 30 hadiah dibagikan tiap sesi kepada peserta aktif yang memenuhi syarat.
“Tarus punya KTP Rempanga dan ikut senam. Nggak boleh diwakilkan. Itu sudah jadi kesepakatan dengan para ibu-ibu peserta,” terangnya.
Meski program menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD), Norsari menekankan komitmen penuh pemerintah desa untuk tetap menjalankan kegiatan, bahkan jika pencairan dana mengalami keterlambatan.
“Kalaupun anggaran belum cair, saya dan perangkat desa yang nalangi dulu. Yang penting kegiatan jalan, dan masyarakat tetap semangat hidup sehat,” ucapnya.
Kegiatan ini selalu diikuti puluhan peserta, bahkan menarik minat warga dari luar desa. Namun, sistem pembagian hadiah tetap dikhususkan untuk warga ber-KTP Rempanga, guna menjaga semangat kebersamaan dan manfaat lokal.
Menurut Norsari, strategi ini tak hanya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan, tapi juga memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.
“Bapak-bapak juga ada yang ikut. Ya mereka semangat juga, karena ingin sehat dan kalau rezeki, ya bisa bawa pulang hadiah,” tutupnya. (Adv)
