Kutai Kartanegara – Camat Loa Kulu Ardiansyah menegaskan komitmen Kecamatan Loa Kulu untuk mengembangkan pariwisata alam dan pelestarian sejarah sebagai pilar penggerak ekonomi desa.
Menurutnya, sejumlah desa kini tampil sebagai destinasi unggulan berkat kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Di Desa Sumber Sari, kawasan puncak bukit dan embung telah memikat wisatawan lokal maupun luar daerah. Pemandangan alam yang hijau dipadu dengan landmark tulisan Kukar Idaman di puncak bukit menambah daya tarik.
“Puncak dan embung Sumber Sari kini menjadi magnet baru. Landmark tulisan Kukar Idaman menguatkan kebanggaan warga sekaligus promosi gratis tiap kali wisatawan berfoto,” ujarnya.
Sementara itu, di Desa Loh Sumber, pemerintah kecamatan memperbaiki akses ke Tugu Pembantaian, situs bersejarah yang menjadi saksi perjuangan lokal. Jalan menuju tugu telah mengalami semenisasi, memudahkan peziarah dan pelajar untuk mengunjunginya.
Adapun, pada peringatan HUT ke-80 RI, upacara resmi akan digelar tepat di kawasan tugu, sebagai penghormatan atas nilai-nilai sejarah yang terus dikawal.
“Kami ingin generasi muda memahami dan menghargai sejarah desa mereka. Memperingati 17 Agustus di tugu ini adalah bentuk penghormatan sekaligus edukasi,” tambahnya.
Untuk memperkuat ekosistem pariwisata dan budaya, Kecamatan Loa Kulu berkolaborasi dengan Dinas Pariwisata dan Disdikbud Kukar. Program pelatihan pengelolaan homestay, guiding, hingga manajemen event diberikan secara berkala.
Ardiansyah juga mendorong desa-desa lain, seperti Desa Jembayan Tengah yang telah ditetapkan sebagai desa budaya untuk mengalokasikan Dana Desa bagi pengembangan ekonomi kreatif, seperti kerajinan tangan, pertunjukan seni tradisional, dan festival budaya.
“Wisata tidak hanya soal alam. Budaya dan sejarah adalah nilai tambah yang membuat kunjungan lebih bermakna dan berdampak ekonomi luas,” pungkasnya. (Adv)
