Kutai Kartanegara – Camat Kembang Janggut, Suhartono menegaskan kemajuan Koperasi Merah Putih yang kini menjangkau 12 desa di kecamatan tersebut.
Kata dia, dari total 12 desa, tujuh desa telah merampungkan legalitas notaris, sedangkan lima desa sisanya tengah menyelesaikan kelengkapan administrasi seperti berita acara, daftar pengurus, dan NPWP.
“Hingga kemarin, tujuh desa sudah kantongi akta; empat desa sedang proses, tinggal selesaikan berkas KTP dan pajak,” ujarnya.
Berbeda dengan Koperasi Belayang Sejahtera yang berfokus pada penjualan pupuk dan mendukung areal perkebunan, Koperasi Merah Putih mengusung lima lini usaha wajib, seperti simpan pinjam, apotek, klinik kesehatan, sembako, dan pertanian (penyaluran pupuk & alsintan).
Menurut Suhartono, koperasi tersebut dirancang agar tidak tumpang tindih dengan koperasi lain, melainkan saling melengkapi peluang usaha di desa.
“Di Kembang Janggut Ulu saja kami ingin kumpulkan semua potensi desa tani, kesehatan, perdagangan supaya anggota bisa mendapat banyak layanan tanpa perlu jauh,” tambahnya.
Dalam tahap finalisasi, Suhartono bersama pengurus koperasi aktif berkoordinasi dengan Dinas Koperasi dan UKM serta Kejaksaan Negeri setempat untuk mempercepat penerbitan izin dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Targetnya, semua desa sudah beroperasi penuh sebelum panen raya musim sawit mendatang.
Ke depan, Koperasi Merah Putih akan menggulirkan program kemitraan dengan perusahaan sawit untuk pengadaan pupuk dan alsintan di harga terjangkau, serta menyediakan klinik keliling yang melayani ramuan tradisional maupun modern.
“Koperasi ini milik desa, untuk desa. Semangatnya adalah membangun kemandirian ekonomi dan sosial warga,” tutupnya. (Adv)
