Kutai Kartanegara – Camat Kembang Janggut, Suhartono, menegaskan pentingnya pemberdayaan generasi muda melalui pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kegiatan ekonomi kreatif di desa-desa setempat.
Kata dia, dalam beberapa waktu terakhir, pihak kecamatan telah memfokuskan upaya pada pembentukan dan pendampingan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjalan di tengah masyarakat.
“Kita mencoba memfasilitasi pembuatan rombong-rombong usaha agar pemuda punya kegiatan produktif dan bisa menghasilkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, fasilitas rombong tersebut nantinya akan diletakkan di titik-titik strategis desa Kembang Janggut, memungkinkan para pemuda untuk memulai warung kelontong, kuliner kaki lima, atau usaha kreatif lain tanpa harus menanggung biaya awal yang tinggi.
Menurut Suhartono, potensi ekonomi daerah sangat prospektif karena bergantung pada perkebunan kelapa sawit.
“Tingkat perekonomian dari sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit, cukup signifikan di wilayah kami. Ini menjadi peluang bagi pemuda untuk mengembangkan nilai tambah produk lokal, misalnya olahan minyak kelapa sawit atau kerajinan berbahan baku hasil kebun,” ujarnya.
Meski demikian, dia mencatat tren mayoritas pemuda di Kembang Janggut kini memilih bekerja di industri tambang yang mulai beroperasi di wilayahnya.
“Hampir 70 persen anak-anak kami tertarik menjadi karyawan perusahaan pertambangan. Sementara yang melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi masih sangat sedikit,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi ini mendorong pihak kecamatan merumuskan program peningkatan kapasitas pemuda, termasuk pelatihan manajemen bisnis sederhana, literasi keuangan, dan pemasaran digital.
“Kami ingin memberikan alternatif selain bekerja di tambang, yaitu membuka lapangan usaha sendiri,” terangnya.
Ke depan, Suhartono mengatakan, program tersebut akan diperkuat dengan kolaborasi bersama Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kukar, serta pihak swasta untuk menyediakan pembiayaan mikro dan akses pasar.
“Dengan dukungan lintas sektor, semoga pemuda Kembang Janggut semakin mandiri dan mampu menciptakan dampak ekonomi positif bagi desa,” tutupnya. (Nis/ADV DISKOMINFO KUKAR)
