Kutai Kartanegara, Samasisi – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Muhammad Iryanto, memastikan layanan administrasi kependudukan tetap berjalan optimal, meskipun tantangan infrastruktur dan literasi digital masih membayangi sebagian warga.
Ia mengungkapkan, sistem layanan online Dukcapil telah diluncurkan sejak 5 April 2020, dan hingga kini telah berjalan lebih dari lima tahun.
Meski terus berkembang dan digunakan oleh semakin banyak warga, kesenjangan akses internet dan kemampuan teknologi menjadi alasan utama kebijakan double track tetap diterapkan.
“Tidak semua warga punya perangkat atau bisa menggunakan layanan digital. Banyak juga yang tinggal di wilayah blank spot. Karena itu, kami tetap genjot layanan online tanpa tinggalkan layanan langsung,” ujarnya.
Iryanto menjelaskan bahwa Disdukcapil Kukar membuka layanan melalui berbagai jalur aplikasi online, kantor dinas, kantor kecamatan, Mal Pelayanan Publik (MPP), hingga kantor desa dan kelurahan.
Lebih lanjut, menurutnya, layanan online bahkan bisa diakses 24 jam, termasuk saat malam hari atau hari libur, memberikan fleksibilitas bagi warga yang hanya punya waktu di luar jam kerja.
“Kalau malam santai di rumah pun bisa ngurus dokumen. Tapi bagi yang gaptek atau tak punya HP, tinggal datang ke kantor desa. Petugas desa akan bantu input datanya ke sistem,” jelasnya. (ADV KUKAR)
