Kutai Kartanegara – Proses pembentukan koperasi desa di Kutai Kartanegara (Kukar) terus bergerak maju. Namun, pemerintah daerah menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur dan lokasi strategis untuk mendukung kelangsungan koperasi tersebut.
Kabid Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Ekonomi Desa DPMD Kukar, Asmi Riyandi Elvandar, menyampaikan bahwa setiap koperasi harus dilengkapi dengan enam jenis gerai utama agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.
“Mulai gerai sembako, apotek desa atau gerai obat murah, klinik desa, kantor koperasi, unit simpan pinjam hingga pergudangan atau cold storage,” ucap Asmi.
Menurut Asmi, pemerintah desa telah memetakan lokasi-lokasi yang dinilai strategis untuk membangun fasilitas tersebut.
“Dari hasil musyawarah, pemdes sudah memetakan lokasi-lokasi strategis untuk mendirikan fasilitas tersebut,” tambahnya.
Dari total 237 desa dan kelurahan yang menjadi target pembentukan koperasi, saat ini empat di antaranya sudah mengantongi akta pendirian, yakni Teluk Bingkai, Lamin Telihan, Tanah Datar, dan Beloro.
Untuk memperkuat sistem pengelolaan koperasi, DPMD Kukar akan menggandeng Dinas Koperasi dan UKM sebagai dinas teknis pembinaan.
“Sementara DPMD mengambil peran memfasilitasi dan pemberdayaan ekonomi desa,” ungkap Asmi.
Ia berharap, koperasi desa dapat menjadi wadah ekonomi yang benar-benar hidup dan mampu dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat.
“Itu cara untuk benar-benar menjangkau masyarakat akar rumput melalui ekonomi desa,” tuturnya. (Nis/ADV KOMINFO KUKAR)
