Kutai Kartanegara – Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tenggarong, menunjukkan bahwa gotong royong bukan sekadar membersihkan lingkungan, tetapi bisa menjadi pilar pemberdayaan masyarakat dan penguatan administrasi kelurahan.
Lurah Kampung Baru, Bayu Ramanda Bani Nugraha, menekankan bahwa kelurahan fokus pada pembenahan administrasi, tertibnya laporan, serta pelibatan warga secara luas dalam berbagai aspek sosial, keagamaan, hingga ekonomi.
“Kami fokus pada pembenahan administrasi, karena administrasi itu kunci utama,” ujarnya.
Menurut Bayu, gotong royong yang terstruktur dan berbasis data dapat menjadi motor penggerak partisipasi warga yang heterogen.
Hal ini juga membuat kelurahan mampu mewakili kecamatan dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat di tingkat kabupaten.
“Gotong royong hadir di semua wilayah, tidak hanya di Kelurahan Baru, tapi juga di berbagai wilayah Tenggarong maupun secara nasional. Dengan administrasi yang rapi, setiap program bisa berjalan efektif,” tuturnya. (Adv)
