Kutai Kartanegara – Kelurahan Maluhu, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alternatif. Selain kekayaan lahannya, Maluhu juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang dapat mendukung pariwisata berkelanjutan.
Lurah Maluhu, Tri Joko Kuncoro, menyebutkan wilayahnya memiliki lahan hijau luas yang bisa diarahkan menjadi pusat wisata edukatif berbasis pertanian, peternakan, hingga pemancingan.
“Di sini bisa kita kembangkan wisata pertanian, pemancingan dan juga peternakan,” ujar Tri Joko.
Menurutnya, tren pariwisata global saat ini mengarah pada pengalaman langsung di lapangan. Jika dikelola secara kreatif, potensi tersebut tidak hanya mendatangkan pendapatan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan lokal.
Wisata pertanian dan peternakan bisa memberi ruang edukasi, misalnya wisatawan ikut menanam padi, memberi pakan ternak, atau menikmati hasil tangkapan dari kolam pancing.
Selain potensi lahan produktif, Maluhu sudah memiliki sejumlah daya tarik wisata yang berkembang. Salah satunya Embung Maluhu, yang berfungsi sebagai penampungan air sekaligus lokasi rekreasi keluarga.
Kemudian, destinasi religi juga menjadi bagian penting dari wajah Maluhu. Gua Maria, tempat ibadah umat Katolik, rutin menjadi lokasi kegiatan keagamaan dan pernah dikunjungi tokoh nasional.
“Alhamdulillah sudah berjalan embungnya, dan secara rutin juga, saudara kita dari umat Katolik melaksanakan kegiatan di Gua Maria,” tutupnya. (Adv)
