Kutai Kartanegara – Upaya pembinaan dan pemberdayaan warga binaan Lapas Kelas II/A Tenggarong mendapat perhatian khusus dari Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr. Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin bersama Forkopimda Kukar saat meninjau lapak UMKM hasil karya warga binaan, Minggu (17/8/2025) sore.
Beragam produk yang ditampilkan mulai dari kerajinan tangan kecil seperti gelang, kalung, tas, hingga bantal kursi bermotif manik khas Kutai/Dayak. Ada pula karya berukuran besar, mulai dari tas belanja, kaligrafi, hingga meja dan kursi multi guna. Seluruh hasil karya tersebut diborong langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Kukar sebagai bentuk dukungan.
Bupati Aulia menyebut, pembinaan di lapas menjadi modal penting agar warga binaan bisa kembali produktif setelah bebas. “Kita lihat sendiri karya mereka, mulai dari kerajinan, ukiran, sampai produk roti di lapas. Jadi ketika bebas, mereka siap kembali produktif di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan juga telah berkembang dengan menggandeng pihak ketiga di sektor ketahanan pangan. Warga binaan diberi kesempatan mengelola lahan, sementara hasil panen dibeli kembali untuk mendukung kesejahteraan mereka.
Tak hanya pemberdayaan di dunia kerja, Aulia menegaskan pihaknya juga mendorong kegiatan religius di lapas. “Kami tadi juga diundang untuk kegiatan Khataman Quran. Tahun 2024 sudah ada yang khatam, dan tahun 2025 ini akan kembali dilaksanakan,” jelasnya.
Ia menilai pemberian remisi serta program pembinaan yang berkelanjutan menjadi langkah nyata untuk menumbuhkan semangat baru bagi para warga binaan.
“InsyaAllah, mereka yang bebas bisa lebih produktif, bisa diandalkan, dan tidak mengulangi kesalahan. Momentum HUT ke-80 ini semoga jadi penyemangat untuk melangkah lebih baik lagi,” pungkasnya. (Adv)
