Kutai Kartanegara – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menekankan bahwa pembangunan jaringan irigasi tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat agar dapat berfungsi jangka panjang.
Kepala Bidang SDA Dinas PU Kukar, Awang Agus, menegaskan bahwa pengelolaan dan pemeliharaan irigasi memerlukan kesadaran bersama antara pemerintah, petani, dan perangkat desa.
“Dibangunnya irigasi bukan hanya untuk satu musim, tapi untuk jangka panjang. Jadi pengelolaan dan pemeliharaannya perlu didukung bersama-sama,” ujarnya.
Menurut Awang, pembangunan jaringan irigasi tahun ini difokuskan ke enam kecamatan yang menjadi sentra pertanian utama, yakni Tenggarong Seberang, Tenggarong, Loa Kulu, Sebulu, Muara Kaman, dan Marangkayu.
Upaya ini meliputi rehabilitasi saluran primer dan sekunder, normalisasi jaringan irigasi, hingga pembangunan pintu air.
“Ini kami prioritaskan karena memang memiliki potensi pertanian yang besar,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kecamatan lain di Kukar tetap mendapat perhatian jika memiliki potensi pertanian yang jelas.
“Kalau memang ada kebutuhan irigasi dan potensinya jelas, tentu akan kami fasilitasi,” pungkasnya. (Adv)
