Kutai Kartanegara – Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara, Sunggono menekankan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif dan bermutu.
Menurutnya, partisipasi semesta menjadi fondasi utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sebab seluruh anak tanpa memandang latar belakang sosial, ekonomi, suku, maupun agama berhak memperoleh pendidikan yang berkelanjutan.
Sunggono menyampaikan pendidikan tidak hanya sebatas pengetahuan, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter dan akhlak mulia.
“Pendidikan adalah hak asasi dan hak sipil setiap insan. Tidak boleh ada diskriminasi dalam akses pendidikan,” tuturnya.
Ia juga menyoroti peran strategis pendidikan dalam pembangunan bangsa. Pendidikan, menurutnya, merupakan sarana mobilitas sosial-politik yang mampu mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia di kancah internasional.
Meski begitu, Pemkab Kukar tetap mengapresiasi arah kebijakan nasional dan mendukung prioritas Presiden Prabowo dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM).
Sunggono menegaskan bahwa pendidikan adalah alat penting untuk memutus rantai kemiskinan sekaligus mendorong kemajuan yang berkeadilan, termasuk mendukung komitmen pemerintah pusat melalui revitalisasi sarana pendidikan, digitalisasi pembelajaran, dan peningkatan kualitas guru.
“Guru adalah agen pembelajaran sekaligus agen peradaban. Mereka perlu didukung agar mampu mendampingi siswa meraih masa depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari orang tua, masyarakat, dunia usaha, hingga media, untuk bersinergi membangun pendidikan yang memberdayakan.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Butuh gotong royong untuk menghadirkan pendidikan yang memberdayakan,” pungkasnya. (Adv)
