Kutai Kartanegara – Camat Samboja Damsik memberikan penjelasan terkait kondisi pembangunan fisik di wilayah Kecamatan Samboja yang kini sepenuhnya masuk dalam delineasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Menurutnya, meski area Samboja termasuk sepuluh desa plus tiga desa penyangga, seperti Muara Jawa dan Samboja Barat telah tersertifikasi sebagai bagian dari IKN, namun pembangunan infrastruktur di lapangan masih ditangani Pemerintah Kabupaten Kukar.
“Hampir semua wilayah Kecamatan Samboja kini masuk delineasi IKN tidak ada terkecuali. Namun untuk pembangunan fisik, IKN belum menyentuh sama sekali,” jelasnya.
Ia menegaskan, sejauh ini kontribusi IKN di Samboja baru bersifat pengembangan sumber daya manusia, seperti pelatihan dan sosialisasi.
Sementara investasi untuk jalan, jembatan, drainase, dan fasilitas publik lain masih sepenuhnya menjadi tanggung jawab Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
“Untuk infrastruktur fisik, semua pekerjaan—mulai perencanaan hingga pelaksanaan masih dibiayai dan dikelola oleh Kabupaten Kukar,” tambahnya.
Damsik menceritakan, meski wacana alih pembiayaan ke IKN sudah muncul sebelumnya, hingga kini belum ada regulasi atau anggaran konkret yang disalurkan pusat untuk pembangunan fisik di wilayahnya.
Ia berharap, segera ada kejelasan agar pelayanan publik dan konektivitas di Samboja bisa semakin baik.
“Kita mengapresiasi pelatihan SDM oleh IKN, tapi masyarakat juga menunggu infrastruktur yang memadai. Semoga ke depan ada sinergi positif antara Kabupaten dan Otorita IKN,” tukasnya. (Adv)
